lubang memeknya tampak mengkilat dan menganga, sesaat kemudian ia membimbing batang kontolku untuk kembali menelusup di dalam lubang memeknya. XXX Hindi Ia langsung menyaut kata-kataku sambil tangannya masih saja memegang lenganku.Aku membalikan badan dan kami kembali saling berhadapan.“Atau mbak mau menerima cintaku dan tetap disini …?” jawabku.Tanpa menunggu jawaban darinya, kudekatkan wajahku dan melayangkan ciumanku ke wajahnya. Mbak Ratih berusia 33 tahun, wanita yang dibesarkan dari keluarga menengah dan religius.Terlihat dari jilbab yang selalu dikenakannya dan juga tutur katanya yang santun. Tak selang berapa lama, ia merubah posisi menjadi berjongkok. Bahkan ibuku pun tampak menyayangi mbak Ratih. Ibu dari dua anak, yang paling besar duduk di kelas 5 SD sedangkan yang kecil masih kelas 2 SD. Lidahnya lincah menari mengitari kedua bola kembarku. Sungguh tak tega aku melihatnya. Sambil tak sadar ia memegangi kedua pergelanganku. Mbak Ratih tak menjawabnya, ia mengangkat kepalanya sebentar menatapku kemudian tertunduk kembali.“Kog ga dijawab mbak?” tanyaku.




















