Kalian nggak usah macem-macem deh.”
“Mmm.. Bokep “Enak aja minjem, ini tuh barang dagangan.”
“Ayolah Jay..”, rayuku.Akhirnya rayuan gombalku membuahkan hasil. “Iya nih, salah ngambil tadi.”, jawabku sekenanya. Aku membuka kancing celana jeans birunya, dan seketika itu pula kupelorotkan celananya. “Beres deh Tante, ‘ntar kalo si Aryo nakal biar Deni cubit”, kataku sambil menggelitiki pinggang Aryo. Setelah kutekan bel sekali, kakaknya mucul dengan ditemani Billy, anjingnya. Malam itu rasanya dingin sekali, jalanan basah karena hujan beberapa saat yang lalu. Sekembalinya aku dari kamar mandi, aku terkejut ketika kudapati Aryo ada di dalam kamarku yang tadi lupa kukunci karena aku terburu-buru ke kamar mandi.“Eh, Mas Deni, kok filmnya begini sih? “Tapi besok aja, kamu kan malem ini harus belajar.”
“Yahh, Mas Deni..”
“Udah besok aja”, kataku. Aku duduk di sebelah Aryo, sambil kuelus punggungnya. “Ada apaan nih Ma? Aku duduk di belakangnya sambil menciumi leher belakang dan punggungnya.“Kenapa, Aryo? “Mendingan kamu beresin semua yang aneh-aneh, soalnya saya nggak sendirian!” kataku sambil tetap di depan pintu kamar DJ yang tertutup.




















