Dengan mmbranikan diri aku memintamya agar dia mlepaskan pakaian yg dipakainya. Aku pun sgera memijat mulai dari kpalanya dngn prlahan lahan, kmudian dahinya yg dia bilang mrupakan pusat rasa sakitnya. XXX Hindi “Sekarang bisa kamu plototin pe puas dech!!” ujar tante Ivone tak lagi mnutupit buah dadanya dngn kedua tlapak tangannya lagi. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi. Jantungku trasa bgitu cepat brdetak dan mmbuat lemas sluruh prsendianku. Sperti saat aku tinggalkan kekamar mandi. Harum aroma tubuh tante Ivone trasa mnusuk kedua lobang hidungku. “Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” suara tante Ivone tak karuan. Hingga jari jariku trasa mnyentuh rumput halus yg cukup lebat didalamnya. “Ya udah, tapi dikamar ya…, ga enak disini” pinta tante Ivone. Tapi belahan bokongnya telah puas kuplototin. Smentara kontolku smakin mngeras hendak kluar dari bahan yg mnutupinya. ” Aaaaaaa… ” erangku menahan rasa nikmat nan tramat. “Iya… ” jawabnya lirih. Aku hanya dapat memegangi kpala tante … …Ivone, mremas serta mngusap usap rambutnya yg ikal sebahu.




















