Sorenya aku sengaja pergi dengan berbagai alasan saat Pak Herman menjemput ibu pulang.Namun meski aku sudah berusaha untuk terus menghindar, peristiwa itu toh terulang lagi. Sementara tangannya yang kanan tetap mendekap mulutku, tangan kirinya mengambil sesuatu dari dalam saku celananya. Bokep China aku langsung saja memotongnya. Ayahku sudah sekitar 3 tahun meninggal dunia, meninggalkan ibu dan anakanak, aku dan adikku Charles yang masih kecil. Pada suatu saat, aku akan membalasnya.Kok lama sekali? Hampir dua jam Pak Herman menjadikan tubuhku sebagai bulanbulanan nafsu seksnya.Bukan main! Namanya Sutoyo, usianya sama dengan ibuku, 42 tahun. Namun karena malu, aku tak berkata apaapa ketika Pak Herman meninggalkan kamarku. Jantungku berdebar keras sekali dan aliran darahku terasa amat cepat. Hatiku sungguh hancur lebur. Maklum, ayahku hanya pegawai kecil di Pemda KMS.Untuk menyambung hidup dan biaya sekolahku dan Charles, ibuku terpaksa membuka toko jamu di samping rumah. Sekali lagi aku ingin berteriak tetapi suaraku tersendat di tenggorokan. Aku terlalu sayang pada ibu dan biarlah kutanggung sendiri.Kejadian itu bermula ketika aku sedang berada di rumah ibuku (rumah Pak Herman ) mengambil beberapa barang dagangan atas suruhan




















