Begitu menerima kunci kamar, aku langsung menuju lantai 3 dimana kamar yang aku tempati berada, dan langsung merebahkan diri di ranjang yang empuk tanpa membuka pakaian dan bersih-bersih terlebih dahulu.Mungkin karena merasa capek setelah 3 hari mengikuti kegiatan yang digelar Mega FAM di Johor Bahru, aku tertidur dengan lelap, dan baru terbangun ketika jam telah menunjukkan pukul 19.30 waktu setempat. Desi XXX Dan wajahnya kulihat tiba-tiba bersemu merah mendengar pujianku.“Kok sendiri saja, mana 4 temanmu yang lain?” tanyaku. Lima menit lagi aku datang,” jawabku cepat.Pucuk dicinta ulampun tiba. Kulihat bibirnya basah merekah. jilatan lidahku terus merambah ke belakang telinganya sehingga membuat ia tergelinyang kegelian. Kamu mau datang ke kamarku untuk bercerita-cerita,” ujarnya lembut. Ini Sandy ya…,” ujar suara lembut dari balik gagang telepon yang aku pegang. Ya ampun, libidoku yang cukup tinggi ternyata tak mampu meredam keinginan “si kecil” ini untuk segera menyeruak masuk “goa” wanita yang diincar-incarnya sejak sore tadi.Seperti yang aku janjikan, tidak cukup lima menit aku sudah berada di depan pintu kamar Michiko yang letaknya hanya satu tingkat di atas kamarku.




















