Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Desi XXX ” Jangan dikeluarin lho ?!” pintanya lagi. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Lalu dia menghisap ‘Mr. Veggy’nya dari ‘Mr. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Ku usap airmata tulus Anisa. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Kami bergumul dan bergumul lagi. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima.




















