Jangan sampai rumah kita kotor pas mereka masuk.”
Saya mengangguk dan segera melupakan pikiran yang mengganjal. Desi XXX Ambo sontak menatap saya tajam. Mentang-mentang Ambo calon wakil rakyat. Lelaki bertubuh tambun itu tiba-tiba saja meninggal padahal kata anaknya, dia masih kuat pagi hari dan masih sempat memakan satu mangkuk soto kuda.“Ushh, kau ini. Mumpung Pongka lagi ramai dan ada soto kuda di setiap rumah,” kataku sehabis melayat dari rumah Supriadi. Bilamana ada yang mengingkar dan tidak melaksanakannya, kampung kami akan mendapatkan musibah berupa kematian berturut-turut, seolah diracuni alam dan kekuasaan.“Apa seharusnya Ambo konfirmasi ulang sama Sanro? Lancang saya meninggikan suara di hadapan beliau.Tapi Ambo tak terima. Ini pelanggaran adat.Saya tahu Ambolah yang senantiasa berhubungan dengan Sanro untuk diinformasikan pada Kepala Desa, kemudian diturunkan ke masyarakat mengenai tanggal baik Sirawu Sulo dilaksanakan. Baru dua tahun kemarin dilaksanakan, tahun ini dilaksanakan lagi?” heran saya. Banyak menduga kalau dia mati karena usianya memang sudah sangat lapuk.




















