Seharusnya kamu bilang sejak semula…”, kataku mencoba menghibur.Reny hanya diam saja. Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Bokep jepang Dia melangkah gontai ke kamar mandi. Akupun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Susiana malam itu.. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.Hampir tengah malam aku baru pulang. Tidak disangka di sana banyak juga gadis-gadis cantik berusia remaja.Tingkah laku mereka sangat menggoda. Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah memek itu. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai larut malam begini. Bagaimanapun aku sudah merenggut kegadisannya. Sebentar saja sudah terdengar suara air yang menghantam lantai di dalam kamar mandi.Sedangkan aku masih duduk di ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.Aku menunggu sampai Susiana keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah.Aku terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dada. Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi, Dan aku sendiri merasa menyesal karena aku tidak mungkin mengembalikan keperawanannya.Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Susiana yang masih polos




















