“Fanny sedang dirumah Pak RW buat ngambil sumbangan juga, om, Dan sekarang kami bagi tugas Om”, jawab Dita.Aku pun segera masuk ke dapur dan membuatkan Dita minuman, lalu disaat memasukkan gula ke dalam gelas, tiba-tiba muncul niat jahilku, dan aku teringat dengan obat tetes yang tadi sukses saat mengerjai Dina pembantuku .Akupun mencoba untuk ngerjain Dita, kuteteskan beberapa tetes ke dalam teh yang aku buat untuk Dita dan kubawa ke ruang tamu. Wah, HeheHe…..jebakanku berhasil,Dina sudah meminum semua teh tersebut, Sekarang aku tinggal menunggu bagaiman reaksi dari obat perangsang wanita tersebut. Bokep u…udah ga usah ma…makasih”, jawabnya sambil sedikit terbata sambil berusaha menghabiskan minumnya,
Dita juga mulai berdiri dan mau pamit. sekarang kami pun saling berpegangan tangan dan berdiri berhadapan, Dita juga mulai salah tingkah, kemudian kutarik tubuhnya pelan-pelan kearah tubuhku, dan kurasakan dadanya berdegup kencang , diapun malu sambil menundukkan pandangannya.Dan dengan pelan kuangkat dagunya lalu dia menatapku, kami bertatapan cukup lama, kemudian dengan mesranya kusentuh bibirnya yang mungil itu, Dita pun diam saja sambil kurasakan dadanya semakin berdegup kencang.


















