kata saya. Desi porn Juragan sering nyuruh saya coba halhal baru. Saya tahu orangorang yang sehariharinya kelihatan galak atau rajin ke tempat ibadah, tapi kalau sudah pengen, mereka nyari saya juga. Lidah saya mulai menjilat balik lidah Juragan. Tangan satunya terus nyibak kain saya, sampai ke dekat pinggang Duh, biyung, sedang diapakan saya ini? Kerja sana. Saya lepas ikatan kemben di punggung saya, lalu pelanpelan saya urai lilitan kain kemben merah yang membebat badan saya. Duh, lidahnya ikut main juga, masukmasuk ke mulut saya, mengajak bergulat lidah saya. Bokong saya juga kencang garagara dibentuk latihan olah tubuh dalam tarian.Ada yang bilang bahenol, saya sih matur nuwun saja kalau ada yang anggap begitu. Awalnya kami berkeliling Ibukota, sekadar mencari keramaian di mana kami bisa memperoleh beberapa lembar rupiah demi menyambung hidup.Kami biasa mulai pagipagi, menjajaki jalanjalan Ibukota untuk mencari orangorang yang mau kami hibur dengan tarian kami. Kenapa ndak dari dulu saja, ya?Terlintas pikiran seperti itu dalam kepala saya.




















