Tubuhku terguncang-guncang, sementara tangan pak Muklis sibuk memilin-milin putingku.”Oohhhh, mbak Vania Angel…. Satu tangannya meremasi payudaraku, sedang tangan lainya sibuk menggosok vaginaku.“Mbak, yang bagian dalem tempik mbak belum dibersihkan, biar kontol bapak nanti yang gosokin bagian dalem tempiknya mbak… hahahaha”, kata pak Muklis.Pak Tommy berdiri di pintu kamar mandi senyum-senyum melihat ulah pak Muklis kepadaku.“Kontol bapak udah ngaceng niyy. Bokep Dengan gontai dan perasaan yang tidak tenang akupun datang ke ruang Pak Tommy.Tok… tok… tok ku ketuk pintu ruang Pak Tommy.“Masuk” terdengar teriakan Pak Tommy dari dalam ruangan.Aku pun masuk, dan Pak Tommy mempersilahkanku duduk. Aku tak bisa berbuat apa-apa kini.Setelah beristirahat selama 30 menit, sambil aku menangis sesenggukan, aku pun minta ijin kepada Pak Tommy untuk membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruangnya.“Oohhhh, tidak usah… kamu kan capek sekarang saatnya kamu yang dilayani” kata Pak Tommy.“Maksud bapak?” jawabku.“Biar pak Muklis saja yang bersihkan tubuh Vania Angel… heheheh”Ouhhhh…. Terlihatlah pemandangan yang membuatku takjub. Aku hanya tertunduk sambil menangis.“Hehehe… lagian, kamu kan sudah lama jadi janda.




















