Aku tahu apa yang diinginkan Nyonya Wulandari. Baru seminggu saya datang dari kampung”, sahutku polos. Desi porn Itupun hanya sekali saja dalam sehari.Di bawah kerindangan pepohonan, aku memperhatikan mobil-mobil yang berlalu lalang. Tapi sudah beberapa orang pemuda seusiaku yang jadi korban. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata kehidupan di kota besar, justru lebih keras dan pada di desa. Entah kenapa aku jadi merasa kasihan. Tapi namanya di kampung, jarang orang yang punya motor. Aku tetap jadi supir dan pengawal pribadinya. Semula aku ragu dan hampir tidak percaya, karena langsung disuruh masuk ke dalam kamarnya. Semuanya aku simpan di bank. Sejak bekerja di rumahi ini dan menjadi sapi perahan untuk pemuas nafsu Nyonya Majikan, tabunganku di bank sudah banyak juga. “Apa saja. Tidak ada yang tahu kalau aku punya cukup banyak simpanan di bank. Tapi rupanya Tuhan mengabulkan keinginanku itu. Aku jadi heran sendiri. Aku sampai terkagum-kagum, seakan memasuki sebuah istana. Tapi seperti yang selalu terjadi. Aku baru menyadari kalau ternyata Nyonya Majikanku itu seorang maniak, yang tidak pernah puas dalam bercinta di atas ranjang.Bukan hanya malam saja.




















