Waktu itulah dia menawari pekerjaan untuk saya, kesediaan untuk secara resmi menjadi suami saya dan tentunya melegalisir bayi yang akan saya lahirkan.Saya tidak tahu bagaimana dia mengurus tetek bengeknya di kantor catatan sipil dan bagaimana dia dapat menjinakkan isterinya. Yang jelas setelah itu tiap hari Selasa dan Kamis saya berkantor di kantor Pak Hendrik. XXX Hindi Pelukan saya lepaskan. Kemaluan saya terasa berdenyut meremas kemaluan Mulyono.Saya orgasme, dan ini terulang lagi beberapa kali, multi orgasme. “Dik Mul, tembak sekarang ya!”Dan Mulyono mempercepat gesekan kemaluannya, sampai pada puncaknya kakinya mengejang. Disapunya dengan bibirnya semua daerah sensitif di sekitar mulut, dada dan leher. Saya tidak pernah diskriminasi, apakah pembeli saya itu seorang pejabat atau konglomerat. Saya, mahasiswa tingkat terakhir Fakultas Hukum salah satu universitas swasta, jurusan hukum perdata. Tetapi nantinya saya kepingin menjadi notaris, seperti Pak Hendrik ini.Sebetulnya saya ditawari Pak Hendrik untuk menangani kantor pengacara yang akan didirikannya tadi. Saya, mahasiswa tingkat terakhir Fakultas Hukum salah satu universitas swasta, jurusan hukum perdata.




















