Aku memang tumbuh menjadi anak yang manja. Bokep China “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tidak mengerti. Aku memang paling suka kalau dipuji.Oh, ya…, Nanti malam kamu datang…”, ujar Tante Maya sebelum pergi. Dan aku merasakan kalau bagian tubuhku yang vital menjadi tegang, keras dan berdenyut serasa hendak meledak. Aku suka kalau tidur sambil memeluk Ibu, Mbak Lisa atau Mbak Indri. Linda mengambil tanganku dan menaruh di dadanya yang membusung padat dan kenyal.Dia membisikkan sesuatu, tapi aku tidak mengerti dengan permintaannya. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Linda. Aku memang tidak mengerti dengan kekecewannya. Memandangi Linda yang sudah rapi berpakaian. Walau sudah berusaha melakukan apa saja yaang dimintanya.Sementara itu Linda sudah menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih mulus. Dia tersenyum-senyum. Tapi nampaknya Linda masih belum puas. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. “Ke rumah…?”, tanyaku memastikan. “Iya, Tante. Tidak terlihat ada pesta. Dan juga anak bungsu. Suasananya sepi-sepi saja.



















