Tak ada yang istimewa, bahkan nyaris bersifat rutin. Bella menghentikan sejenak Bellanan pantatnya. Desi XXX Leo tersenyum dan kembali mengalihkan pandangan ke depan. Sepanjang perjalanan ke bandara ia tidak ada kesempatan untuk itu karena Bella sibuk bicara melalui ponselnya, yang pertama dengan seorang teman, yang kedua dengan si direktur, yang membakar api cemburu dalam hati Leo. Sebentar saja seragam sopir itu sudah lepas dan jatuh ke lantai. Leo mengecup lembut bibirnya, lalu ikut tidur di sampingnya, beredekapan, telanjang di bawah selimut.Keesokan pagiLeo terbangun saat ia merasakan ada jari-jari halus meraba-raba dadanya dan ciuman di keningnya. Ia tidak menganggap itu sebagai kerja yang hina lantaran menerima bayaran dari hasil desah dan keringat maksiat Bella. Lalu ia menarik bahu wanita itu dan membalikkan badannya ke arah badannya. Namun, wanita inilah yang banyak membantu Leo mencapai sukses, ia adalah pedagang kecil di pasar yang adalah tetangga di dekat kontrakan Leo. Ia mencium wangi harum yang khas dari gerbang kewanitaan Bella yang terpampang menantang di depan wajahnya.




















