Batang kemaluanku mengacung keras menandakan nafsuku yang bergolak.“Gue pijat dulu yaa..” kata Ayu.Kemudian Ayu menjepit kemaluanku dengan kedua payudaranya yang montok itu. Tapi aku suka juga mendengarnya. XXX Hindi Sial benar. Karena nafsuku sudah sampai ke ubun-ubun, maka akal sehatku pun hilang.“Cerita doong..!” Ayu kembali mendesak. Fitri mengambil posisi diselangkanganku, menjilati kemaluanku.Gairahku perlahan-lahan bangkit kembali. Ukurannya lumayan juga.Fitri langsung melucuti pakaian atasku, sementara Ayu melucuti pakaianku bagian bawah, sampai akhirnya aku benar-benar telanjang. Setelah pamit dengan Fitri, Ayu mengantarku kembali ke Citraland.Disana kami berpisah, dan aku kembali ke rumah dengan mobilku. Dua wanita yang cantik yang wajahnya mirip sedang bertelanjang bulat di depanku. ke.. Maya mencium pipiku.“Cupp..!”
“Tidur yang nyenyak yaa..” katanya perlahan.Lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Puas?” Ayu bertanya. Kemudian ia tersenyum manis. Lagi gue perkosanya nggak kasar.”“Mana ada perkosa nggak kasar?” Ayu tertawa lagi. Sementara itu Fitri terus saja menjilati kemaluanku. Ayu kelihatan kaget.“Eh? Kulihat dari sudut pandangku, kedua bagian bawah payudara Fitri yang menggantung mempesona. udahan dulu dong..!”
“Kok cepet banget keluar?” ledeknya.“Uaah.., gue kelewat nafsu sih..



















