Laki-laki muda itu lalu memeluk Cinta dari belakang dan mendaratkan ciuman di pipi kekasihnya. “Udah seneng? XXX Hindi Profesi ini sudah ia jalani cukup lama, hampir sejak awal ia mulai menyandang gelar sebagai mahasiswi. Dibalik kaos itu Rido bisa dengan bebas merasakan seluruh kelembutan kulit tubuh Cinta. “Gak kok baru aja, duduk Ta”. Dengan sengaja Cinta membuka sedikit lebar kedua paha saat mengembalikan silangan kakinya. “Cinta udah makan Om, makasi”. “Bye”. Keduanya kemudian duduk. “Sekarang ini Om adalah pelanggan kamu dan kamu sepenuhnya berhak menentukan apakah menerima atau menolak tawaran Om”. Sesampainya didalam, ia menyapu pandangannya ke sekeliling cafe. “Loh kok pipi sih? Berpikir apakah dirinya cukup gila untuk menjalin sebuah afffair. Kebisuan pun pecah. “Oke Om”.Cinta menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas. Cinta menggelengkan kepalanya. Laki-laki itu terlihat semakin tegang ketika Cinta berjalan menuju ke arahnya dan melempar senyuman. “Ayo dong, mana ciumnya”, nada suara Om Ridwan terdengar memelas. “Memang siapa pembimbing kamu?”. “Cewek baru lagi nih? Kesibukan lain diluar jam kampus, seperti organisasi mahasiswa, modeling, SPG dan lain-lain, seakan tidak mengganggu nilai akademisnya.Pun demikian dengan aktifitasnya



















