“Nggak.. Hari itu kami habiskan dengan dua puncak permainan yang lebih seru. Bokep China Entar sore aja ke Pasar Minggunya!” ajakku.Ia setuju. Setelah registrasi dan menyelesaikan administrasi, kamipun masuk ke dalam kamar. “Kita nonton video dulu ya..” katanya.Sambil berpelukan kami menonton adegan demi adegan dalam video yang kuputar. Kita istirahat saja dulu yuk. Karena haus aku mampir ke sebuah kedai dan memesan minum. Kulihat dari samping ternyata memang Santi.“San.. Akupun tahu namanya, Santi, asal T. Sambil makan dia cerita bahwa dia ternyata dijadikan istri muda. “Tidak semua kamar ada cerminnya. Ennggh..” katanya.Kupotong kata-katanya, “Anto,” sahutku. Kita ke kamar yuk!” ajaknya.Akhirnya setelah tercapai kesepakatan, singkat cerita kami sudah berada di dalam kamar hotel kumuh yang bertebaran di sana. Kurasakan iapun membalas dengan penuh gairah setiap serangan yang kulancarkan, namun aku tidak tahu apakah dia benar-benar menikmati atau hanya sekedar servis terhadap tamunya. Jambakannya bertambah kuat dan desahannya semakin menjadi.“Tteeruus.. Emangnya apa bedanya?” tanyaku.Ia tersenyum saja.




















