Lagian kan masih sore.”“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”“Gini deh, Mer. Aku mulai menggerinjal-gerinjal. Desi XXX Aku merasa mual dan berkali-kali muntah di kamar mandi. Aku mengandung? Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Akan tetapi tampaknya itu tidak bertahan lama. Denger, Mer. Ingin rasanya aku langsung mandi. Aku pun yang saat itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta nasional papan atas. Akibat kelelahan bercampur dengan kesakitan yang tak terhingga akhirnya aku tidak merasakan apa-apa lagi, tak sadarkan diri. Aku terperanjat sekali mengetahui siapa orang itu sebenarnya.“Rio… Kamu…” Rio hanya menyeringai buas.“Eh, Mer. Darah kelaki-lakiannya dengan cepat semakin tergugah untuk menggagahiku. Gimana nasib Meriska? Aku hanya bisa menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit, memikirkan nasibku yang sial ini.“Aaarrghh… Rio! Tadi di kantor seharian aku sibuk melayani nasabah-nasabah bank tempatku bekerja yang menarik uang secara besar-besaran. Lalu ia menanggalkan celana panjangku.




















