Pelan kusentuh rambut di atas telinganya, dia diam saja. Memandangi wajahnya jauh lebih indah rasanya dari apapun yang ada saat itu.Tatapan matanya membuat aku seolah sedang tenggelam dalam mata air yang bening, sejuk merasuk sampai ke tulang sumsum ku. Desi porn Aku mau yang lama..” katanya mengerang kenikmatan. Sangat kikuk dan bingung, itulah yang terjadi saat itu. “Status?” tanyaku masih dalam kertas yang sama, jadi seperti layaknya chating. “Ntar dilihat suamimu gimana?”. Lidahku menari-nari didadanya sepanjang yang dapat dijangkau. Tak habis akal, kudekatkan wajahku untuk mencium bibirnya, lagi-lagi dia menghindar. Kali ini kami duduk bersebelahan. “Ayoohh. Ambill..” erangnya terus sementara tangannya berusaha membuka celanaku dan akhirnya mendapatkan kontolku. “Kamu nekat sekali, umurmu berapa?” tanyanya. Dia membalas meremas jemariku. Ambil aja semua.. Akhh,” erangnya sambil tangannya semakin kuat menekan kepalaku sampai hidungku tersumbat oleh buah dadanya sendiri. “Ayoohh. Ayoohh. Di dalam bioskop mulai kuremas tangannya ketika film berjalan 15 menit. “Tenang aja deh,” katanya sambil tersenyum dan kubalas dengan kedipan mata.Tak terlukiskan bagaimana rasanya bahagianya hatiku saat itu, Sama sekali tak nyangka bakal mendapatkan wanita yang luar biasa dalam hidupku.


















