Entah apa yang ia lakukan ketika aku tertidur, entah dia meniduriku atau tidak, namun ku cek pakaianku masih utuh. Dengan sangat terpaksa akupun membiarkan penisnya masuk ke dalam mulutku. Bokep China “Alex minta dua puluh juta, kami rasa itu tidak masuk akal untuk sekali main…”, jawab satu pria. “Jangan lupa obatnya diminum”, pesan Herman. “Iya sayang, yang rajin ya”, jawabku. Alex mengancamku dengan menculik Chelsea, anakku, ia bisa saja membunuh Chelsea bila aku tidak menuruti maunya. Mual-mual terasa hingga aku pun muntah, “HOEKK….”, semua yang ada di dalam perutku termuntah keluar hingga mengotori sekitar mulutku. Obatnya bekerja, dokter itu melakukan tugasnya dengan baik. Mungkin ia beronani ketika aku tertidur pulas. “Hei, jangan coba-coba muntahin sperma ku ya!”, kata pria tadi yang menyemprotkan spermanya di mulutku. Langkah lemahku terus ku paksakan hingga gerbang rumah. Belum berejakulasi, ia langsung menarik penisnya dari mulutku. “Harum…”, kata pria itu. “Pantesan wajahmu agak pucat..”, jawabnya lalu mendorongku ke ranjang.Para pria itu langsung mengerumuniku, mereka dengan bringas langsung saja melucuti pakaianku.




















