Akhirnya saya memaksa diri untuk keluar lagi, ngamen lagi, karena uang sudah habis dan saya juga mesti hadapi para tukang tagih utang yang nggak mau tahu kesulitan saya.Jadi, seminggu sesudah Simbok dimakamkan, saya kembali siapsiap untuk keluar, menari. Juragan terusterusan melihat sekujur tubuh saya, sambil memuji.Ayo dong, nggak usah ditutupin, kata Juragan. Bokep Sekarang kancut saya kelihatan.Euh Juragan mau pegang? Untuk pertama kalinya ada orang yang menebar benihnya di dalam badan saya.Hiyahh erang saya.Badan saya condong ke depan, kedua tangan saya bertumpu ke dada Juragan, kepala saya mendongak, menganga sambil memekik. Saya pikir mungkin dua puluh atau lebih. Bapak dan Simbok memanggil saya Denok, itü panggilan biasa üntük anak perempüan di kampüng saya, tapi artinya nggak cüma itü. Besar sekali buat saya. Entahlah saya sendiri juga nggak tahu. Jarijari Juragan terus main di kemaluan saya, dan nggak tahu kenapa, saya malah ngangkatngangkat selangkangan saya!Uuuuaaahhh iyaaA!!Bobollah pertahanan saya akhirnya, dan terdengar bunyi criiit dari itil saya yang memuncratkan sesuatu. Besar sekali buat saya. sumpah, baru kali ini ada lakilaki blakblakan ngaku seperti itu.Lembar uang lima puluh ribu yang tadi




















