Tapi aku butuh uang untuk meneruskan kehidupan aku dan anakku. Wow.. Desi porn Yang ada hanya kenikmatan yang bergulung-gulung rasanya menerpaku.. Janda yang hanya tamatan SMP ini harus menghadapi kenyataan pahit kehidupan, yaitu menghidupi dirinya dan anak kesayangannya tanpa ada keahlian sedikitpun. Ehh Pak.. Ehh Pak” kataku cepat hampir tanpa kontrol.Si Abang langsung membelai rambutku.. Luar biasa orang ini pikirku.. Astaga nikmatnya tak dapat dikatakan dengan kata-kata apapun. Kembali jantungku berdebar mendengar nomorku dipanggil, pelan aku melangkah ke arahnya ke arah ruangan kaca yang tertutup tirai dan nampaknya tidak ada celah untuk mengintip itu.“Silakan masuk” kata pria tersebut sambil memperhatikan buah dadaku yang tertutup dengan blazer batik pemberian suamiku ketika pulang dari Yogyakarta beberapa bulan sebelum kematiannya.“Terima kasih” kataku sambil masuk ruangan dan langsung mataku menyapu ruangan sejuk didalamnya.Nampak 1 orang pria lainnya sedang dipijit di kasur kecil oleh wanita pelamar yang sebelumnya sudah dipanggil lebih dulu dariku.“Silakan duduk” kata pria yang tadi memanggil nomorku dan aku duduk hampir berbarengan dengan dia di sofa tunggal yang tersedia.“Fahmi” katanya menyodorkan tangannya.“Yunita” kataku menyambut tangannya.Kami bersalaman.




















