Aku merasa tanganku agak dingin, tapi tidak tahu deh Santinya merasakan hal yang sama denganku atau tidak. Tapi berhubung Bandung adalah kota pelajar, hampir semua anak kost di sana adalah mahasiswa.Kamarku berada di pojok, dan tetanggaku adalah seorang cewek manis yang berasal dari Jakarta. Bokep oke..” Kataku, sedikit kecewa, “Aku cuma pingin loe releks dan menikmati.”
Santi cuma diam, kutafsir sikapnya sebagai undangan untuk melanjutkan pijatanku.Sekarang aku ganti strategi, aku mulai memijat payudaranya dari samping. Saat itu aku mulai mendengar desahan Santi, “Ahhh.. Maunya sih ada orang yang terus menemaninya buat main dan curhat.Waktu itu aku masih miskin (sekarang masih miskin juga sebenarnya), jadi di kamarku tidak ada komputer maupun TV, sedangkan di kamarnya, Santi punya TV, video, komputer, kulkas, tape, dll. Karena sibuk, cowoknya cuma datang tiga bulan sekali. “Jangan Gus..”, kata Santi, “Aku masih perawan..”
“Oke.. Aku meremas pantatnya, secara perlahan lalu naik ke atas memijat pinggangnya.“San, celana loe mengganggu banget, aku buka ya?” aku memberanikan diri untuk maju s*****kah lagi.




















