Alisnya berkerut, bibirnya setengah terbuka, seolah hendak mengatakan sesuatu. Ia terkekeh. XXX Hindi Ajak aku ke rumahmu.” Aku terkesiap. Mataku terpejam menahan kenikmatan yang tiada tara. Ia tertawa geli. Tak berapa lama kemudian aku sudah duduk dalam keadaan telanjang bulat. Belum.. Tubuhnya lalu bergerak ke kiri dalam ayunan yang lembut. Kutarik tubuhku ke atasnya. “Hey, jangan cemberut begitu. Ia menekan tubuhku hingga merapat ke tubuhnya. Kedua lengannya terbuka saat aku berhadap-hadapan dengannya. Sedikit kekecewaan timbul di hatiku. Di tangannya sebuah gelas berisi lemon tea yang tinggal setengah.Saat pertama aku melihatnya, aku merasa tertarik. “Maaf, aku hanya menggoda.”
“Jangan lagi.”
“Tentu tidak,” sahutnya. Ia tertawa geli. Kulepas jasku dan meletakkannya di atas buffet, lalu aku berjalan menuju bar kecil di ruang dapur. Kutarik bra-nya ke bawah, lalu dengan rasa yang tak karuan kukecup puting buah dadanya. Kamu akan mengantarku pulang, bukan?”
“Tentu saja.



















