Di lantai 2 ini sementara hanya ada satu orang penghuninya, yaitu Marcell. “Gak ada…”Aku masih mencoba mengelak. Desi XXX Contohnya, ada papan yg khusus berisi gambar2 cewe lokal, cewe Asia, dan cewe bule. Akhirnya sepakat dua-duanya di bed. “Okay deh, gue semalem lagi di kamar Alladin ngeliat cara dia menganalis, pertamanya sih. Rencananya sih cuman BBS short time…”
“Dasar….”timpal Windy. Akhir-akhir ini mereka berdua akrab”tambah Dewa. malu ‘kali.“Toy, ada siapa di kamar elo”tanya Dewa tiba-tiba yg membuatku kaget. Eh, Windy yg ditegor duluan. posisi apa aja, tetep bisa goyang pinggul heboh…”
“Waktu posisi berdiri, badannya kan gue pepet ke tembok, kakinya dia angkat sebelah, masih aja bisa goyang….”
“Sialan lo, bikin gue konak….”sahutku.Alladin muncul dari kamarnya, wajahnya terlihat serius, tapi begitu ngeliat kita-kita yg lagi asik ngbrol, senyum ramahnya mengembang. Sepertinya dia paling antusias ingin denger cerita seru. Wajahnya berkeringat, kelihatan segar seperti habis senam. Saling meraba tubuh, saling melepas pakaian. “Bangeet…”
“OK dah, kita absen aja satu-satu”
“Visio lagi kuliah”kataku. Di sepasang bongkahan (maaf) pantatnya yg ketat, tak ada garis apapun. kudu.. (apanya yg wow?)“Umur panjang elo Ndy”kata Dewa. Diulang lagi memanggil, lebih




















