Untuk menangkalnya aku mengambil sebatang rokok mild kegemaranku dan menyalakannya. Desi XXX Hehehe atau wkwkw.Teringat aku akan istriku, walau tidak kalah cantik, tetapi jiwa Don Juan-ku memang selalu bergolak ketika melihat jidat licin seperti wanita tadi. Berbanding terbalik dengan istrinya yang di panggil Umi, istrinya begitu muda dan cantik. Kulihat bapak itu sedang berdiri dan menyeka keringat di dahi dengan punggung tangannya.Aku pun menyapanya, “Assalamualaikum, Mobilnya kenapa pak?”“Waalaikumussalam, Oh ini pak, saya gak ngerti tapi tadi sempat mati-mati mesinnya di jalan. Selalu ada doa dan harap yang memancar dari setiap perahu agar penguasa laut berbaik hati memberikan berkahnya malam ini. Bahkan posturnya sedikit lebih tinggi dibanding bapak itu. Aku lantas memilih meja di bagian dalam, dan duduk menghadap ke arah jalan.“Mau pesan apa pak?”Bapak tua yang sepertinya pemilik warung menanyakan makanan apa yang ingin ku pesan sembari memberikan daftar menu sederhana yang dipegangnya.Aku pun sejenak membaca daftar menu tersebut.“Saya pesan nasi goreng spesial, telurnya didadar dan minumnya teh manis hangat saja pak.”“Baik pak, ada lagi kira-kira?”“Enggak pak, itu saja.”“Baik.




















