Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta. Bokep Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Tak banyak yg kami obrolkan, karena Tante Amanda sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaqu sembari terus-menerus memuji. Kedua bola mataqu sampai membeliak lebar. Tiba-tiba saja Lidya. Antara lima dan enam tahun. Dan aqu selalu memanggilnya Tante Amanda.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Amanda.“Iya, Tante. Suasananya sepi-sepi saja. Lidya kembali mencium dan melumat bibirku. Namun aqu diam saja, malah menatap wajahnya yg cantik dan begitu dekat sekali dgn wajahku. Namun sama Sekali aqu tak bisa apa-apa. Sementara bagian bawah badanku semakin menegang serta berdenyut.Entah berapa kali dia membisikkan kata di telingaqu dgn suara tertahan akibat hembusan napasnya yg memburu seperti lokomotif tua. Namun Lidya tak manja dan bisa mandiri. Aqu ingin mengangkatnya, namun Lidya malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya.




















