Nampaknya tidak. Bokep Itulah yang sedang kualami. “Alia, elo tahu kan, gue pengin banget ketemu. Tubuhku yang telanjang telah menindih selangkangannya. Memang, memulai adalah hal yang paling sulit.“Aneh ya gue..” katanya tiba-tiba. Nah, sudah duduk di kursi, tapi masih ada penghalangnya, ada meja bundar di antara kami. Hatiku bersorak. Dua kali Aku terlibat cinta cyber dan dua-duanya berakhir dengan unhappy.Anda yang tak tertarik dengan perselingkuhan yang berakhir unhappy jangan dilanjutkan membacanya, cukup sampai disini saja. Sampai aku harus menutup mulutnya agar suaranya tak sampai kedengaran dari luar kamar.———-Kami berdua masih tergeletak lemas, tak berbicara, asyik dengan pikiran masing-masing. Bahkan Alia membentangkan kakinya. Dia duduknya “jauh” sih.Okay, Aku ke kamar mandi pura-pura mau pipis supaya bisa pindah duduk. Dengan gemas kedua telapak tanganku meremasi kedua bukit itu.“Aah.. Tak ada sehelai benangpun menempel di tubuhnya. “Nggak ah, justru gue seneng loe pakai seragam.”
“Oh iya? “Loe juga bisa ‘tinggi’ dan mencapai puncak, engga kaya tadi,” lanjutku lagi. Oh, aku kepingin lagi.Oho.. Kapan? Alia mengerang. Aku tak kaget kalau dia sudah tak perawan lagi.



















