Sesudah makan saya mengajak tante Ikha ke semacam bukit/lapangan kosong yang oleh orang2 sekitar dinamakan Starlight. Bokep indo ( karena sambungan pompanya lepas, sehingga airnya bercampur dengan bubuk besi ) . Tapi ternyata dugaan saya salah, di depan saya berdiri bukan sosok tante yang ramah lemah lembut, Kesan pertama yang saya dapatkan justru sosok wanita tegas cenderung galak.“Halo, silahkan duduk.” Tante Ikha menyalamiku tanpa menyinggung sedikitpun atau setidaknya beramah tamah selayaknya saudara. Tante Ikha pasrah saja dan selama perjalanan dia lebih banyak diam dan menjawab seadanya pertanyaan dari saya ( mungkin dia juga menahan tangis). Mungkin konyol tapi kami sering jalan2 dan melihat kereta bayi dan perlengkapan bayi dan berharap kami bisa membina keluarga yang bahagia. Hubungan saya dan tante Ikha semakin dekat. Mungkin akibat janji palsu yang barusan kami buat , saya hanya berani menggesekan penis saya di paha tante Ikha, tetapi tangan saya sudah bergerilya melucuti pakaian atas tante Ikha.




















