Aku sudah beberapa kali salah tingkah, merasa malu dan takut. Desi XXX Hanya bermodal undangan di email yang kuterima 2 hari sebelumnya aku datang dan ikut bergabung. Dia menggesekkan kepalanya di dadaku, sambil mendesah manja. Dia berbisik,
“Na, minta sun donk,”
suatu permintaan yang tidak menbutuhkan jawaban tetapi tindakan. Selimut dan bantal semua dia buang ke lantai.Dia membuka celana jeansku, sambil berdecak kagum. Tetapi kenapa ada perasaan iri yang tidak lari dari hatiku, aku hanya merasa dunia tidak adil. Dia dengan tubuhnya yang tinggi berada di antara orang yang memadukan suaranya. “Kemaren Arry coba bikin bakwan jagung, kan Nana pernah cerita kalo suka makan bakwan jagung? Akhirnya ketika ada kesempatan akupun keluar ke teras dan melihat ada Arry di sana. Dia mengira kalo aku berumur sama dengan dia, tapi itu semua tidak menghentikan obrolan kita. Dengan sedikit berjanji bahwa akan selalu kontak dan akan segera bertemu lagi, kami berpisah malam itu. Aku ingin tampil sederhana dan seadanya. Tiba-tiba aku kehilangan bayangannya. Sampai akhirnya waktu juga yang memaksa kita untuk berpisah. Kami saling bertukar pandang dan senyum. Biarpun dia di depan dan


















