Begitu kepala kontolnya menerobos masuk,“Yang dalem om , masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om “, rengekku karena napsuku yang sudah muncak.Dia langsung mengenjotkan kontolnya dengan keras sehingga sebentar saja kontolnya sudah nancap semuanya dinonokku. Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan mengisap.Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku sampai wajahku basah oleh liurnya.“Ines ga tahan lagi om, Ines emut kontol om ya” kataku. XXX Hindi Bener gak Jok”, jawabnya. Joko memperhatikan kontolnya sedang keluar masuk di nonokku.Goyangan kami terhenti sejenak ketika om Andi tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan toketku makin tertekan ke wajah Joko. Toketku diremas2 sambil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk.“Terus Jok , lebih cepat, aah, enak Jok, jangan brenti, aakh…” akhirnya aku mengejang, aku nyampe, nikmat banget rasanya. Tiba2 dia mencabut kontolnya dari nonokku.“Kok dicabut om, kan belum ngecret”, protesku.Dia diem saja tapi menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia mau gaya anjing.“Om, masukkin dinonok Ines aja ya, kalo dipantat gak asik”, pintaku.Dia diam saja.



















