“Hidup menawarkan banyak pilihan, Mbak.”
“Tapi saya tak punya pilihan!” sangkal Arline dengan nada suaranya meninggi. Hamzah pun mulai melepaskan tali pinggang yang membalut kimono Arline. Desi XXX “Ayo sini Bang!” ajak Arline sambil menggandeng tangan Hamzah. Tangannya agak gemetar dan mulai berani meraba dan meremas lembut bukit dada Arline. “Apakah Mbak menganggap bahwa lakon hidup yang Mbak lakukan selama ini sama persis seperti yang Mbak bayangkan sebelumnya?”
“Memang gak sama Bang. Kemaluannya yang berwarna merah jambu sudah membuka, menantang, dan terlihat licin basah. “Saya menyukai pekerjaan ini,” katanya suatu ketika, suaranya terdengar serak dan terkesan dipaksakan. “Beres Pak…saya coba lewat jalan tikus, moga-moga keburu!” sahut Hamzah lalu segera tancap gas dari situ,
“Ayo Hamzah, kamu bisa, semangat!!” ia kembali menyemangati dirinya, ia harus tegar seperti apa yang selalu ayahnya ajarkan sejak kecil.#################################
Delapan tahun kemudian
Foodcourt sebuah mall“Oke..oke…, kamu urus saja, yang ginian gak usah pakai lapor, belajar lah memutuskan sendiri!” Hamzah berbicara lewat ponsel dengan seseorang, “pokoknya pastikan jangan sampai terlambat, ketepatan waktu yang bikin perusahaan kita dipercaya orang, ngerti?!”
“Baik Pak…saya usahakan sebaik mungkin, Bapak tenang aja, nanti saya kabari lagi” jawab




















