Aku tercekat melihat live show panas di dalam yang diperankan oleh Pak Hendro dan Eva, salah satu staffnya di bagian marketing. Bokep jangan kasar-kasar loh, saya gak suka”, katanya. TAMAT Tangannya lalu meraba perutku yang rata dan terus bergeser turun dan menyingkirkan tanganku yang menutupi selangkangan. “Hhhsshhh….Bapak…bikin kaget aja!” kataku menghela nafas setelah melihat yang masuk ternyata Pak Oskar, si satpam kantor. Diangkatnya tubuhku dan didudukkannya di atas meja. Ia seorang Chinese, sama sepertiku, duda 42 tahun yang tidak terlalu ganteng namun menyenangkan. Ia juga menatap keindahan pahaku yang terpampang di depannya. “Hhhsshhh….Bapak…bikin kaget aja!” kataku menghela nafas setelah melihat yang masuk ternyata Pak Oskar, si satpam kantor. Agaknya ia suka merasakan kemulusan pahaku di wajah dan pipinya. Aku kembali ke cubicalku untuk meneruskan pekerjaanku, namun bagaimanapun aku tidak bisa berkonsentrasi dengan baik lagi karena masih terbayang-bayang kejadian di ruang Pak Hendro tadi, selangkanganku terasa sangat basah. Udah ga ada siapa-siapa lagi loh” terdengar suara Eva menyapaku.




















