di Tebet, bisa bicara dengan Ibu.. Desi porn iya.. “Nggak gitu Bu, kan di rumah nggak ada kursi seperti ini Bu..” kataku menolak dengan halus.“Siapa bilang nggak ada.. Dan anehnya setiap dia datang, dia selalu meminta aku yang melayani untuk mencuci rambutnya, meskipun aku sedang ada pekerjaan mencuci rambut pelanggan lainnya. aduh.. Zus..” teriaknya langsung ke pemilik salon.“Ada apa Bu?” jawab pemilik salon itu.“Boleh nggak kapan-kapan aku cucinya di rumah saja. aduh siapa ya namanya Ibu itu..” aku sedikit gugup.“Ya halo.. Tanganku ditangkapnya dan dimasukkan ke dalam belahan dadanya. geli sayang..”Aku tidak peduli, aku lanjutkan gerilyaku. Aku gosok-gosok klitorisnya dengan perlahan-lahan takut kalau menimbulkan rasa sakit. Pekerjaan ini aku terima dengan ikhlas. sekarang Bapak sedang pergi ke Bandung diantar supir pakai mobil dinas.”“Ooo..” hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku terheran-heran.Aku masuk ke belakang, ditunjukannya jalan menuju ke suatu ruangan. Kerjanya kurang enak.“Tapi Bu.. Ibu Tia membimbingku menuju sofa tersebut. Akibatnya peganganku pada buah dadanya semakin erat.“Aduh Rull.. gimana kalau besok padi Bu, kebetulan giliran saya libur”, kataku.“Aduh gimana ya.. aduh.. “Och.. jangan kencang-kencang dong pegangnya..” kata Ibu Tia




















