“Auhhh…. “Apa?” Bram pura-pura nggak mendengar. Bokep jepang Mirna dan Bram sudah kenal sejak kecil, tapi mereka baru mulai saling mengakrabkan diri setelah menikah. “Tapi daripada kamu gak mau berhenti jajan…” Sudah waktunya, pikir Mirna. Gratis,” kata Sitha, sambil nyengir. Memang. “Bukan… bukan gitu… tapi kamu… Aku… nggak…”
Mirna tambah sewot. Malam itu, Mirna berubah. Mirna masih muda. Apa ga pernah kepikiran kalau aku bisa aja mau ngikutin kemauan Mas?”
Bram menunduk, tidak berani bicara. Kedipannya juga menunjukkan bulu mata palsu yang menempel di kedua mata. “Atau sedari tadi kamu udah gak tahan jadi self service dulu?” Yang digoda membuang muka karena malu. “Oo,” gumam Sitha tanpa ekspresi,
“Beginian. Bram terpikir untuk bersikap gentleman dengan langsung melepas Mirna, meminta Mirna menghapus semua rias wajahnya dan ganti baju biasa, lalu meminta maaf dan kembali bersikap mesra. Sampe sekarang juga masih. Dalam hati dia berusaha membenarkan pilihannya dengan mengatakan, mungkin ini memang perlu, demi kami berdua, dan demi keluarga.




















