Kamar kami sangat romantis, di depan ada taman dan pancuran air kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan ada tempat duduknya yang di hiasi lampu temaram.Di dalam kamar aku langsung rebahan di tempat tidur, karena perjalanan kita dari denpasar sedikit melelahkan membuat pegal-pegal di persendian.“Mas.. XXX Hindi Teruskan”desahnya dengan mata terpejam.Setelah cukup bermain di bagian dadanya, kembali tanganku bergerak turun ke arah perutnya yang datar yang hanya beberapa saat lamanya. Sesaat aku mengecup kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Tiba-tiba gerakan tangan Udiyani begitu cepat merengkuh belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih dalam ke permukaan vaginanya.“Ohh.. Ini kan hari bahagia kamu setelah kamu lulus” kataku kemudian.“iya aku tahu itu.. Shhss,” desah kami berbarengan.Setelah penisku menembus bagian dalam vaginanya. Terkadang terdengar desahan lembut Udiyani yang menikmati setiap gerakan tanganku yang menelusuri permukaan kulit halusnya.“Ohh.. Sesampainya di dalam kamar mandi, aku langsung membuka kaosku dan hanya mengenakan celana pendek.“Sayang.. Yang aku lanjutkan dengan mulai menyabuni punggungnya, pinggulnya yang bahenol, serta betisnya yang jenjang. Aku mau keluar,” teriaknya kecil.Tanpa berhenti gerakan lidahku terus menerobos semakin ke dalam dan


















