Aku memainkan sebuah lagu melalui denting piano. Desi XXX Yo memekik dan menangis di pelukanku. Aku turuti kata-kata ibuku. Dia melap liang kemaluannya dengan tissue. Kuarahkan batang kelelakianku ke arah gerbang kewanitaan Yo. Aku merasa bahagia, sedih, senang, susah, gembira, dan entah apa lagi. Sambungan dari bagian 02Ketika keluar dari kamar Jeanne, aku mencium wangi makanan. Kuelus rambutnya. “No thanks Honey. Entah mengapa aku begitu tertarik dengan dia yang melenggang tepat di depanku. Berangkatlah aku ke Bandung.Di kota ini aku tambah liar, bagaikan kuda yang lepas dari ikatan. Bahkan terkadang tak segan-segan menempeleng ibuku! Jeanne memandangku dengan penuh tanda tanya dan ia mengusap dadaku, kemudian mencium dadaku. Aku bisa merasakan hembusan napas halusnya. Aku pikir, kapan lagi? Aku sangat marah saat itu. Karena keberuntunganku, aku diterima bekerja di sebuah perusahaan konsultan engineering. Yo memelukku semakin erat dan air matanya mengalir. Walaupun demikian, aku tetap punya prinsip. Kucium balik telinganya sambil tanganku dengan nakalnya meraba dadanya. Yo mendesah. Karena keberuntunganku, aku diterima bekerja di sebuah perusahaan konsultan engineering. Aku sempat marah padanya dan kutantang dia berkelahi.

