Ternyata adalah Dini.“Eh, ada apa din?”
“Enggak, gua pengen kasih kartu nama gua, besok jangan lupa telpon gua, ada yang mau gua omongin, oke?”
“Kenapa enggak sekarang aja?”
“Jangan, ada paman elu, pokoknya besok jangan lupa.”Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dgn seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Dini sih. XXX Hindi Kupikir ini saatnya, lalu pelan-pelan kukecup bibirnya sambil lidahku menerobos bertemu lidahnya. Lalu mulutku mulai turun ke buah dadanya, kujilat-jilat dgn lembut, Dini mendesah-desah nikmat. Lalu mulai kuusap-usap tangannya, lalu ia menoleh padaku, kutatap matanya dalam-dalam, sambil berkata dgn pelan, “Dini, gua cinta elu.”Ia tidak menjawab, tapi memejamkan matanya. akuu.. Dia sepertinya orang yang berjiwa seniman, pikirku. “Aouww Tonn, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menrabah manja melingkari leherku.Kemudian kuletakkan Dini pelan-pelan di atas ranjangnya, lalu aku menindih tubuhnya dari atas, untuk sesaat mulut kami saling pagut memagut dgn mesranya sambil berpelukan erat.




















