Pinay Nag-sarili Dahil Hindi Makatulog

Bukannya tahun depan baru dilaksanakan?”“Kurang ajar. Jangan sampai Sanro salah ingat. XXX Hindi Dia menganggap saya sudah melawan orang tua.Ambo pun meninggalkan saya setelah gemuruh yang terus dia lontarkan, seperti gemuruh yang enggan berhenti meronta di langit sana. Indo meninggal. Katanya, Indo meninggal setelah jatuh pingsan sehabis menyantap soto kuda, persis seperti kematian Supriadi, atau tiga kematian lainnya yang sebenarnya sempat saya dengarkan sepanjang hari ini. Saya tidak pernah menyangka akan berdebat dengan Ambo, Diiringi tangisan yang datang dari langit yang menurunkan air serupa jarum-jarum sehingga genting rumah seolah ditusuk-tusuk. Ambomu tidak mungkin seperti itu. Setelah sejak lama hingga usia saya mencapai dua puluh empat tahun, rumah kami selalu diramaikan dengan suara bernada rendah, kalau pun bernada tinggi hanya saat Ambo berteriak karena tulang betisnya bergeser sebab terjatuh dari pohon kelapa atau Indo yang berteriak ketika melihat kecoa membuntutinya di kamar mandi, lalu hari ini tiba-tiba saja rumah sudah berubah menjadi medan peperangan.Perdebatan saya dengan Ambo dimulai sepulang Ambo dari rumah Sanro, ketua adat yang rambutnya beruban dan matanya mulai rabun dengan ingatan yang tak lagi jernih, kemudian membisiki

Pinay Nag-sarili Dahil Hindi Makatulog

Related videos