Apa yang bisa bunda lakukan supaya kamu jadi periang lagi ?”
“Saya…saya ini anak yang tak tau diri, Bunda.”
“Kenapa kamu bisa ngomong begitu ? Tapi awas…jangan sampai ada yang lihat. XXX Hindi Ia tampak kaget. “Oooh…Bunda…” Prima merangkul leherku, lalu mendesakkan tubuhku sampai terlentang di bawah himpitannya,
“Gak nyangka…impian saya akan menjadi kenyataan begini….ternyata Bunda sangat baik hati….” Tanpa canggung-canggung lagi Prima mulai berani menciumi bibirku, sementara tangannya terkadang meremas payudaraku, terkadang memeluk leherku.Dan semuanya itu kusambut dengan sepenuh gairahku. Prima melepaskan kuluman dan isapannya. Tapi tahukah ia betapa degdegannya aku ketika ia benar-benar sudah merebahkan diri di sampingku ? Kedua anak tiriku itu tampak bahagia dengan kehadiranku sebagai pengganti ibu mereka yang telah tiada. Di dalam kamar mandi kutanggalkan celana dalamku, satu-satunya benda yang sejak tadi tetap kubiarkan melekat di tubuhku. Ketika aku masih berdiri linglung di dalam kamar mandi, terdengar suara Prima di belakangku,
“Bunda lagi ngapain ?” Aku terkejut dan agak gugup, karena saat itu aku sedang bertelanjang bulat.




















