Aku memasuki ruangan pak Edy dengan perasaan kalut.“Silakan duduk Eliza”, kata pak Edy sok ramah.Aku hanya mengangguk, malas menjawab wali kelasku yang bejat ini. Bokep jepang Benar benar biadab, ia memberikan aku pada dua siswa yang sama sekali tak aku kenal ini. Aku sempat merasakan terjangan penis yang terlalu lunak, rupanya pak Edy belum ereksi sempurna. Aku kembali mengambil tissue agak banyak, dan menyeka keringat yang membasahi sekujur tubuhku. Lalu Pandu dan Dedi duduk di kedua ujung sofa, sedangkan pak Edy membimbing aku untuk duduk di tengah mereka. Itu kepala penis! Ya ampun, orang seperti ini ada di kelas sebelahku? kamu cantik sekali”.Aku tercekat, dan menunduk. Lalu kuangkat rok seragam sekolahku, dan kupasang ikat pinggangku.“Jen.. Akhirnya aku melenguh,”Nggmm…”. Aku tenang saja, toh tak ada orang di sini, setidaknya itu menurutku. Aku mencoba memikirkan hal lain supaya tak sampai tertawa di depan wali kelasku ini. Beberapa saat kemudian aku cukup shock. Aku menatap pemerkosa vaginaku dengan sayu, berharap ia mengerti dan mau memberiku kesempatan istirahat, karea aku tak bisa berkata apapun dengan penis yang sedang memperkosa mulutku ini.“Break dulu, nanti



















