Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Tia.Sedangkan Evi duduk di seberang bangku. XXX Hindi Sesekali Evi memegang erat tanganku sambil membimbing tanganku menyentuh payudaranya. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Bilapun setiap saat kami bertemu pandang, Evi langsung cepat-cepat menghidari pandangan mataku.Maafkan aku Evi…aku begitu menikmati hari-hari sepiku bersama Tia, juga bersama kamu. Ya Tuhan … begitu naifnya hamba Mu ini.Pagi itu Tia mengajakku berenang, tp aku menolak karena aku memang tidak bisa berenang. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Aku dan Tia berpasangan berdansa sambil mengikuti alunan lagu dari tape recorder. Sepanjang jalan, tangan Evi selalu menggelanyut manja dan kepalanya di sandarkan dilenganku seakan tidak peduli berpasang-pasang mata menatap heran ke arah kami. Uffftgh..aman..pikirku licik.Waktu sudah menunjukkan puluk 9 malam.Kami semua berkumpul di ruang karaoke. kemudian Tia berenang bersama teman-teman yang lain. Karena sudah capek menunggu Tia,akhirnya aku putuskan untuk mengajak Evi berjalan-jalan pagi mengitari kampung. Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia.




















