Dan Bram tidak menanggapi ajakan dalam SMS itu. Bram cuek. Desi XXX Mirna sendiri sudah cukup lega karena tidak kepergok siapapun dalam perjalanan yang cuma beberapa meter saja dari tempat kakak iparnya. Tapi aku gak senang kalau kamu gak terus terang aja. Mirna masih tidak percaya kenapa akhirnya dia setuju mencoba saran Sitha. “Terserah kamu sih. Bukan putih atau kuning atau sawo matang, tapi warna di antaranya. Daripada Bram bawa pulang penyakit atau anak haram, mendingan dengan Mirna. Kebetulan warna kulit Mirna coklat muda. Bayangin orang banyak ngelihat kamu. Wajah perempuan bermake-up tebal yang asing itu terlihat norak sekaligus menggoda. Mirna, yang tidak pernah pacaran dengan Bram, kaget waktu kebiasaan buruk Bram ketahuan sekarang. Biarpun harus menahan malu, dia harus mencoba dulu. Tuh, kan… pikir Mirna. Dari balik pintu supirnya keluar seorang laki-laki, yang lantas mengunci Mercy itu, lalu masuklah dia ke salon Sitha. Beberapa genjotan kemudian, Bram melenguh keras dan muncrat di dalam mulut Mirna. Walau ada yang cemong sedikit gara-gara mukanya tadi digagahi, bibir Mirna masih merah, maskaranya belum luntur, bedaknya masih ketebalan.




















