Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Bokep indo Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.“Ohh..Erik”Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. Hari itu, aku mulai merasa bosan di rumah dan Erik belum pulang dari kantor. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Sakit!! Aku tidak pernah bertanya. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya




















