“Sialan kamu Ris!” ucapku memecah kesunyian dengan nada geram. Desi porn “Ouh.. Setelah memandikan tubuhku lalu dia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower. Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. tenang.. Setelah melihat tubuhku yang sudah mulai kecapaian dan kehabisan tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menelikungnya kebelakan tubuhku begitu pula lengan kiriku yang kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya. Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. “Ouh.. “Bagaimana Bu Winie..?”
“Bagaimana apanya? sak.. Entah mengapa perasaanku saat ini seperti ada rasa sedang, gembira atau.. “Bagaimana kalau aku hamil nanti?” ucapku lagi dengan nada kesal. “Bu Winie.., saya entot sekarang ya.. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya. “Bolehkan saya memanggil Bu Winie dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue. Begitu kubuka pintu kamar, aku langsung melemparkan tasku ke bangku yang ada di dekat pintu masuk dan aku langsung melepas pakaian senamku yang berwarna


















