susah amat.Akhirnya, setelah enam bulan berkelana, Kakek Ngadimin menyatakan aku sudah lulus ujian (wong sebenarnya aku tidak tahu apa-apa). Desi XXX Kartolo adalah tetangganya yg sudah punya istri dua dan anak segerendeng, namun masih hijau matanya kalau melihat wanita cantik. Aku mendeham:
“belum Cah Sara” kataku:
“Aku bilang semuanya. Kok susah ? Si wanita itu pelan-pelan berdiri, dan dgn takzim berjalan kearahku. Dgn pura-pura tidak acuh aku menyiapkan alat-alat perdukunanku, menyalakan lampu minyak (sebagai media pemanggil arwah, pura-puranya), menyiapkan baskom kecil berisi air kembang, dan menyalakan dupa. Semakin asyik saja nih, pikirku. Kubaringkan tubuh bugil yg sudah lemas itu, dan dgn hati-hati kulebarkan kakinya. Sebenarnya, kalau saja yg bicara ini bukan wanita sebahenol Juminten pasti aku sudah menyuruhnya angkat kaki. Juminten tampak sangat bingung, hampir semenit dia berdiri terpaku dgn berkata apapun. Suaranya yg kecil bergetar:
“nyuwun sewu Kakek, sebetulnya saya sangat gelisah dan takut.




















