Aku berusaha sekuat tenaga untuk menyadarkan diriku dari semua ini, tapi malah sentuhan tangan Denny dan pepetan tubuhnya membuatku semakin terbawa arus.“Ssstttt oouuhhh pakkk… masuk semua yah pak?” desah Ifa diselingin sebuah pertanyaan.“Ia neng masuk semua, padahal kemarin nggak bisa yak.”“Ssttt.. tapi bener juga sih teh, hehehe.”Akhirnya obrolan kami sedikit terhenti karena pesanan makanan kami sudah datang di meja. XXX Hindi Kalau ibu banyak nahannya makin lama kita, kalau lama bisa ketahuan kita, kalau ketahuan mau ibu kayak Ifa di entotin tuh satpam.” ucap Denny dengan cepatnya membuatku jadi binggung..“Maksud kamu apa? Kalau mau desah, desah aja.. ia.. Sampai saat dimana wajah Denny akan turun dan menikmati buah kembarku, bom waktuku akhirnya meledak.“Denny… Jangaaann.. Bu, emang aku ibumu, udah ngomongnya? Kok tutup mata gitu” ucap Denny sangat pelan tapi bisa aku dengar di telingaku.“Ibu terangsang yah dengar mereka?” ucap Denny yang mengetahui keadaanku.“Ibu mau lihat ?




















