bless..”
“Ooohh..” erangku panjang, aku tahu batang sepanjang 12 centi itu sudah merusak selaput daraku. “Wah, betapa wanginya tuh kamar mandi,” gumamku nyaris tak terdengar. XXX Hindi Aku tidak berusaha berontak, karena aku ingat akan janjiku tadi. nikmat sekali Kapten..” Tangannya tidak tinggal diam, diraihnya kedua payudaraku, diremasnya dan tak lupa memelintir putingku dengan mesra.“Ooohh.. Dan yang lebih mengejutkan adalah pelukan Sang Kapten dari arah belakang. Pahaku sengaja kulebarkan, hal ini membuat Sang Kapten bertambah buas dan liar, diseruputnya klitorisku. Aku sempat membaca namanya yang tertera di baju putihnya. Dijilatnya darah sambil berkata, “Terima kasih Inge, kamu betul-betul perawan..” Aku hanya menangis, menangisi kenikmatan yang sama sekali tak kusesalkan. Lantas aku tidur sampai siang, makan, tidur dan malamnya kami melakukannya lagi berulang-ulang seolah tiada bosan.Akhirnya Pelabuhan Tanjung Priok sudah berada di pelupuk mataku. dua.. Waktuku hanya 15 menit. sruupp.. Ternyata KM.Ciremai sudah berlabuh, aku melihat hiruk pikuk penumpang berebut menaiki tangga, aku tergolong calon penumpang yang terakhir, dengan sisa-sisa tenagaku, aku berusaha lari menuju KM.Ciremai, aku hanya menggendong tas punggung yang berisi pakaian 3 potong.Aku sudah berada di dek kapal


















