Stella diam aja.“Stella! Bokep indo Di jalan, kami bertemu dengan Rio, Adi, dan Yudi yang kayaknya lagi sibuk bawa banyak barang.“Mau kemana, Yud?” sapa Stella.“Eh, Stel. “Sakiiit…” erangku. Agak risih juga dipandangi dengan begitu liar dan berhasrat oleh cowok-cowok itu, tapi aku sudah mulai keenakan.“Ssshh…. Dia juga lumayan cantik, walau lebih pendek dariku, tapi dia sering banget gonta-ganti pacar. Aku tahu Stella dulu pernah suka sama Roni, jadi dia membi-arkan Roni mengelus rambut dan pundaknya, bahkan tidak marah saat dirangkul pinggangnya.“Lil, lo mau dirangkul juga sama gue?” bisik Agam di telingaku. Rio bahkan sampai masuk ke kamar karena mendengar ribut-ribut tadi.“Gue juga mau, dong!” Yudi dan Kiki menghampiri Stella yang juga lagi dipeluk Roni, sementara Adi, Ben, dan Rio menghampiriku. “Masuk aja kali, Stel, Lil.” Ajaknya cuek.“Ngng… nggak usah, Yud.” Tolakku. Kedua kakiku menjepit pinggangnya dan bongka-han pantatku turut bergoyang penuh gairah. Yudi dan Adi bergegas masuk, sementara Rio malah santai-santai di ruang tamu.




















